"bodoh sekali aku sudah
menyia-nyiakan laki-laki yang sudah banyak berkorban untukku" ucap Pingkan
dalam hati. Pingkan selalu menyalahkan diri sendiri karena sudah mengabaikan
laki-laki yang mungkin ia sayangi, ia mulai menyadari itu ketika ia sudah
kehilangan laki-laki itu sebut saja Kevin. Kevin adalah laki-laki yang sangat
menyayangi Pingkan, selalu berjuang untuk memiliki pingkan, selalu berusaha
untuk membuat pingkan bahagia, dan rela melihat Pingkan bahagia meskipun dengan
laki-laki lain sekalipun. Tetapi Pingkan masih saja belum bisa membuka hatinya
untuk Kevin, entah apalagi yang kurang dengan Kevin. Memang perasaan itu tidak
bisa dipaksakan walaupun dipaksakan juga tidak akan baik dan tidak akan lama,
namun terkadang semua itu memang berawal dari paksaan. Pernah sekali Pingkan
mencoba untuk membuka hatinya untuk kevin namun tetap saja hasilnya nihil,
Pingkan tidak bisa memaksakan perasaannya, Pingkan merasa hanya ingin menjadi
sebatas sahabat saja dengan Kevin. Suatu hari Kevin memutuskan untuk menjauh
dari Pingkan, mencoba untuk tidak menghubungi Pingkan, tidak bertemu dengan
Pingkan. Disaat itu juga Pingkan mulai kebingungan, merasa sangat kehilangan
sosok Kevin yang dulu selalu menemani Pingkan. Pingkan sadar kalau ia
sebenernya sayang lebih dari sayang seorang sahabat kepada Kevin. Rasanya ingin
sekali Pingkan menghubungi Kevin namun
Pingkan sadar kalau ia sudah sangat mengecewakan Kevi. Pingkan tidak ingin
hadir kembali di kehidupan Kevin yang sudah menjauhi dirinya. Walaupun
sebenernya mereka saling menunggu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar