Selasa, 16 Desember 2014

PENYESALAN



"bodoh sekali aku sudah menyia-nyiakan laki-laki yang sudah banyak berkorban untukku" ucap Pingkan dalam hati. Pingkan selalu menyalahkan diri sendiri karena sudah mengabaikan laki-laki yang mungkin ia sayangi, ia mulai menyadari itu ketika ia sudah kehilangan laki-laki itu sebut saja Kevin. Kevin adalah laki-laki yang sangat menyayangi Pingkan, selalu berjuang untuk memiliki pingkan, selalu berusaha untuk membuat pingkan bahagia, dan rela melihat Pingkan bahagia meskipun dengan laki-laki lain sekalipun. Tetapi Pingkan masih saja belum bisa membuka hatinya untuk Kevin, entah apalagi yang kurang dengan Kevin. Memang perasaan itu tidak bisa dipaksakan walaupun dipaksakan juga tidak akan baik dan tidak akan lama, namun terkadang semua itu memang berawal dari paksaan. Pernah sekali Pingkan mencoba untuk membuka hatinya untuk kevin namun tetap saja hasilnya nihil, Pingkan tidak bisa memaksakan perasaannya, Pingkan merasa hanya ingin menjadi sebatas sahabat saja dengan Kevin. Suatu hari Kevin memutuskan untuk menjauh dari Pingkan, mencoba untuk tidak menghubungi Pingkan, tidak bertemu dengan Pingkan. Disaat itu juga Pingkan mulai kebingungan, merasa sangat kehilangan sosok Kevin yang dulu selalu menemani Pingkan. Pingkan sadar kalau ia sebenernya sayang lebih dari sayang seorang sahabat kepada Kevin. Rasanya ingin sekali Pingkan menghubungi Kevin  namun Pingkan sadar kalau ia sudah sangat mengecewakan Kevi. Pingkan tidak ingin hadir kembali di kehidupan Kevin yang sudah menjauhi dirinya. Walaupun sebenernya mereka saling menunggu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar