Jumat, 28 November 2014

HANYALAH HARAPAN



Kuteringat semua
Yang telah kita lewati
Bersama berdua menjalani
Masa-masa yang sangat indah

*Namun sekarang keadaan
Tak seindah hari kemarin
Semuanya tampak berbeda
Sekarang hanyalah harapan

Reff:
Disaat kau disampingku
Aku merasa terjaga
Disaat kau disampingku
Aku merasa tenang
back to: * , reff

Sabtu, 08 November 2014

KASIH SAYANG SEORANG SUAMI



Ada sepasang suami istri yang selalu menjalani hari-hari mereka dengan kemesraan tanpa adanya pertengkaran. Sang istri atau yang sering dipanggil "Adel" ini selalu menghidangkan sarapan pagi untuk suaminya atau panggil saja "Adit". Adit sangat mencintai dan menyayangi Adel, begitu juga Adel sebaliknya. Adel dilahirkan dari keluarga yang sangat kaya. Ayahnya Adel mempunyai perusahaan, perusahaan yang dimana Adit bekerja pada saat itu. Dan ayahnya memberikan kepercayaan kepada Adel untuk menggantikan posisi ayahnya sebagai direktur di perusahaannya itu. Dan di perusahaan itulah Adel dan Adit dipertemukan.
            Singkat cerita, pada saat itu Adit sedang mencari pekerjaan di Jakarta. Dan bersamaan pada lowongan kerja di perusahaan yang Adel pimpin itu, Adit mencoba melamar di perusahaannya Adel. Lalu ada panggilan interview untuk Adit dan Aditpun merasa senang sekali, pada hari interview itu Adit sangat menyiapkannya dengan sangat matang dan berharap dapat bekerja sama di perusahaan itu. Selama diperjalanan menuju perusahaan Adel, Adit tidak lepas dari berdoa dan berdoa. Sesampainya adit disana langsung disuruh masuk ke ruang direktur. Lalu bertemulah mereka, pada saat pertama Adel melihat Adit, Adel merasakan ada rasa yang berbeda. Interview berjalan dengan lancar dan Adel langsung menerima Adit dan tidak tanggung-tanggung Adel langsung memberikan jabatan kepada Adit sebagai manager perusahaan. Adit telah meraih gelar cumlaude di Universitas Diponegoro, jadi tidak ada alasan Adel untuk menolak Adit.
            Karena jabatan Adit sebagai manager dan Adel sebagai direktur, mereka selalu bersama dalam bekerja. Karena kebersamaan itulah mereka terlibat cinta lokasi dan memutuskan untuk berpacaran. Setelah berpacaran selama 5 tahun akhirnya mereka menuju kejenjang yang lebih serius lagi yaitu menjadi sepasang suami istri mengikat janji sehidup semati. Hari-hari mereka lebih berwarna dan penuh dengan kasih sayang, namun sudah hampir 3 tahun membina rumah tangga, Adel tak kunjung diberi keturunan. Lalu mereka memutuskan untuk periksa ke rumah sakit dan dokter membacakan hasilnya bahwa Adel ternyata mengidap penyakit kanker rahim stadium 3. Adel sangat sedih dan terpuruk karena tidak bisa memberikan keturunan untuk Adit, tetapi Adit tidak pernah mempermasalahkan itu dan tidak pernah memasang wajah sedih didepan Adel walaupun padahal hatinya sangat teriris dan Adit tidak pernah absen untuk shalat tahajjud pada malam hari dan berdoa kepada Allah agar Adel bisa sehat kembali dan tersenyum kembali. Adel pun semakin lemah dan tidak berdaya, tetapi Adit selalu ada untuk Adel, selalu menghidangkan sarapan pagi untuk Adel, menyuapi Adel dan selalu memanjakan Adel. keadaannya sekarang sudah berbanding terbalik dari yang dahulu Adel yang selalu menghidangkan makanan untuk Adit dan sekarang Adit yang selalu menyiapkan makanan untuk Adel. Aditpun selalu menemani Adel untuk menjalani chemotherapy. Tidak sedikitpun rasa sayang Adit hilang untuk Adel. Hari demi hari Adit selalu memberikan yang terbaik untuk Adel selalu menuruti apa yang Adel inginkan disisa hidupnya. Itulah kasih sayang dan pengorbanan suami kepada istrinya.