Ada sepasang suami istri yang selalu menjalani hari-hari mereka
dengan kemesraan tanpa adanya pertengkaran. Sang istri atau yang sering
dipanggil "Adel" ini selalu menghidangkan sarapan pagi untuk suaminya
atau panggil saja "Adit". Adit sangat mencintai dan menyayangi Adel,
begitu juga Adel sebaliknya. Adel dilahirkan dari keluarga yang sangat kaya.
Ayahnya Adel mempunyai perusahaan, perusahaan yang dimana Adit bekerja pada
saat itu. Dan ayahnya memberikan kepercayaan kepada Adel untuk menggantikan
posisi ayahnya sebagai direktur di perusahaannya itu. Dan di perusahaan itulah
Adel dan Adit dipertemukan.
Singkat cerita,
pada saat itu Adit sedang mencari pekerjaan di Jakarta. Dan bersamaan pada
lowongan kerja di perusahaan yang Adel pimpin itu, Adit mencoba melamar di
perusahaannya Adel. Lalu ada panggilan interview untuk Adit dan Aditpun merasa
senang sekali, pada hari interview itu Adit sangat menyiapkannya dengan sangat
matang dan berharap dapat bekerja sama di perusahaan itu. Selama diperjalanan
menuju perusahaan Adel, Adit tidak lepas dari berdoa dan berdoa. Sesampainya
adit disana langsung disuruh masuk ke ruang direktur. Lalu bertemulah mereka,
pada saat pertama Adel melihat Adit, Adel merasakan ada rasa yang berbeda.
Interview berjalan dengan lancar dan Adel langsung menerima Adit dan tidak
tanggung-tanggung Adel langsung memberikan jabatan kepada Adit sebagai manager
perusahaan. Adit telah meraih gelar cumlaude di Universitas Diponegoro, jadi tidak
ada alasan Adel untuk menolak Adit.
Karena jabatan
Adit sebagai manager dan Adel sebagai direktur, mereka selalu bersama dalam
bekerja. Karena kebersamaan itulah mereka terlibat cinta lokasi dan memutuskan
untuk berpacaran. Setelah berpacaran selama 5 tahun akhirnya mereka menuju kejenjang
yang lebih serius lagi yaitu menjadi sepasang suami istri mengikat janji
sehidup semati. Hari-hari mereka lebih berwarna dan penuh dengan kasih sayang,
namun sudah hampir 3 tahun membina rumah tangga, Adel tak kunjung diberi
keturunan. Lalu mereka memutuskan untuk periksa ke rumah sakit dan dokter
membacakan hasilnya bahwa Adel ternyata mengidap penyakit kanker rahim stadium 3.
Adel sangat sedih dan terpuruk karena tidak bisa memberikan keturunan untuk
Adit, tetapi Adit tidak pernah mempermasalahkan itu dan tidak pernah memasang
wajah sedih didepan Adel walaupun padahal hatinya sangat teriris dan Adit tidak
pernah absen untuk shalat tahajjud pada malam hari dan berdoa kepada Allah agar
Adel bisa sehat kembali dan tersenyum kembali. Adel pun semakin lemah dan tidak
berdaya, tetapi Adit selalu ada untuk Adel, selalu menghidangkan sarapan pagi
untuk Adel, menyuapi Adel dan selalu memanjakan Adel. keadaannya sekarang sudah
berbanding terbalik dari yang dahulu Adel yang selalu menghidangkan makanan
untuk Adit dan sekarang Adit yang selalu menyiapkan makanan untuk Adel. Aditpun
selalu menemani Adel untuk menjalani chemotherapy. Tidak sedikitpun rasa sayang
Adit hilang untuk Adel. Hari demi hari Adit selalu memberikan yang terbaik
untuk Adel selalu menuruti apa yang Adel inginkan disisa hidupnya. Itulah kasih
sayang dan pengorbanan suami kepada istrinya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar